THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Minggu, 10 April 2011

MENYIKAPI EUFORIA FENOMENA POLISI BERNYANYI (Pemerintah dan Masyarakat Salah Merespon?)

Briptu Norman Kamaru asal Gorontalo mulanya hanyalah seorang polisi biasa dari daerah yang cenderung jarang dilirik masyarakat. Tapi sekarang siapa yang tak kenal sosok itu? Mulai dari anak-anak, tua-muda, kalangan umum, selebriti, hingga pemerintah pun kenal dan bisa menirukan aksi Briptu Norman yang bergaya ala Syakhrukh Khan.



Ya, pria yang masih muda, tampan, dan bertubuh atletis ini telah menyedot perhatian seluruh masyarakat Indonesia berkat aksi lipsingnya yang di-upload ke situs youtube. Walaupun menurut pengakuannya ia sama sekali tidak tahu-menahu soal peng-upload-an ini dan nyaris menerima sanksi, namun animo masyarakat yang besar justru mendukung dan membawa langkahnya ke dunia keartisan.



Terlepas dari benar atau salah tindakan Briptu Norman ini, seharusnya ada hikmah yang bisa diambil dari peristiwa/kasus video tersebut. Namun ternyata dari sekian banyak masyarakat di negeri ini hanya beberapa yang mampu menangkap hikmah "terselubung" tersebut. Kebanyakan dari masyarakat hanya mengartikan sebatas "Polisi juga manusia.", "Polisi juga punya bakat yang tak kalah dengan artis yang sudah populer.", "Briptu Norman telah mengubah citra polisi yang selama ini begitu ditakuti masyarakat menjadi sebuah sosok yang dekat dan mampu menghibur masyarakat.", dan lain sebagainya yang isinya senada dan "paling banter" hanya mengulas soal bakat dan pencitraan polisi.



Hal tersebut di atas sangat didukung oleh gencarnya infotainment/berita gossip yang hanya sibuk berkutat pada euforia masyarakat dan meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dari tayangan tersebut tanpa terlalu menitikberatkan pada bagian yang paling penting yaitu tindakan lanjut atas peristiwa ini. Sebagai bukti kalau pemirsa mau lebih cermt lagi dalam menonton infotainment, pasti isinya akan sama pada semua stasiun televisi. Hanya berkisar pada aksi-aksi Briptu Norman dan antusiasme masyarakat dalam menirukan gaya video lipsing tersebut.



Tidak adakah yang menyadari bahwa dari aksi-aksi tersebut dan lagu-lagu yang dinyanyikan mencerminkan suasana hati dan ungkapan yang tersembunyi dari seorang bahkan hampir semua pengabdi masyarakat khususnya polisi? Stressing/tekanan, entah itu terikat peraturan rasa bosan yang kadang menghinggapi mereka ataupun bentuk tekanan yang lainnya, pasti dirasakan oleh para aparat polisi. Banyak yang lupa bahwa mereka bukan robot tetapi manusia, yang memiliki tugas sepenuhnya melayani masyarakat tanpa ada "pelayanan" khusus bagi mereka. Pernahkah tercetus dalam benak setiap orang terutama pemerintah untuk memberikan sekadar terapi tertawa bagi para polisi secara berkala dalam kurun waktu tertentu untuk menghindari stress?



Kalau sekarang Briptu Norman banyak mendapatkan pujian dan tawaran muncul di TV serta rekaman, mungkin tidak jadi masalah karena ia memiliki talenta yang memadai untuk industri musik dan dunia hiburan. Tapi bagaimana nasib briptu-briptu yang lain yang saat ini masih mengalami stress dan tidak bisa mengekspresikan dirinya?



Marilah kita semua bangun dari mimpi-mimpi sesaat ini, yang pada akhirnya akan dengan mudah dilupakan tanpa adanya perubahan yang berarti dalam masyarakat! Ubah sudut pandang yang semu dan menciptakan perubahan nyata!

Kamis, 25 November 2010

Nagasarete Airantou

Scream : AAAAAaaarrrRRRggHH!!!!!
part 1
Hai semuanya... ogenki?? Uuuucch lama banget ga posting di blog kesayanganku ini (secara yang bikinin pacarQ gitu lochh ^^v) Nah ni aQ kembali nulis lagi dengan membawa FanFiction sebuah anime Nagasarete Airantou. Mungkin kalu di bentuk komik, FF ini bisa disebut Doujinshi. Udah lama banget ada di bukuku siap untuk diposting tapi aQ ga ada waktu. Ni akhirnya ada waktu luang, senengnyaaa :-)) Kalu gitu met baca Nagasaree Airantou "Scream : AAAAAaaarrrRRRggHH!!!!! part 1" 'n aQ tunggu komennya... "Don't be a silent reader ^^"

"Cuit-cuit, cuit-cuit... Shaaa..."
Antara sadar dan tidak, Ikuto mendengar  suara cicitan burung terbang di langit dan desiran ombak. Kepalanya masih pening. Ia mencoba bangkit tapi tenaganya sudah habis ketika ia terombang-ambing di tengah laut. Ia berjuang sekuat tenaga agar tidak tenggelam. Namun akhirnya ia menyerah terseret ombak hingga terdampar di sebuah pulau.

"Kau masih hidup?" hanya itu kalimat yang ia dengar sebelum akhirnya ia pingsan.

Aku... masih hidup...
*******
Saat terbangun, Ikuto sudah berada di sebuah kamar yang "aahh sangat nyaman". Ia tertidur di sebuah futon* (bhsa jepang, kasur/alas tidur ala jepang) dan mengenakan baju yang hangat.

"Baju... Hangat ????...."

AAAAAaaaPppuuaAaa!!!... Ikuto berteriak di dalam hati. Untuk beberapa saat Ikuto diam merenung.

"Hmm...Hmmm... Kasus perkosaan tidak mungkin dilakukan terhadap pria. Harusnya pria yang memperkosa wanita. Apalagi tadi aku sedang pingsan. Tapi... bisa saja saat mengganti pakaianku, ia melihat badanku, meraba, menyentuh... (wajah Ikuto panik)... membuat video mesum, adegan porno, kejahatan seksual, foto-foto bugil ~(semakin panik)~ UuUUuuwwwwWWWaaawawawawa....!!! TIDAK! Aku sudah tidak perjaka!

Frustasi...

"Tapi masalahnya aku belum tahu apakah penolongku lelaki atau perempuan. Kalau perempuan, syukurlah, ia bisa jadi istriku. Kalau lelaki, berarti dugaanku tentang perkosaan itu salah," Ikuto tersenyum girang. Berharap penolongnya adalah lelaki. Jadi ia bisa memastikan kalau dirinya masih perja....ka??

"Tiiiddaaaakkk!! Ba... ba... bagaimana jika yang menolongku ternyata adalah seorang lelaki homo seksual? Aaaahhh IYA DA IYA DA IYA DA*!!" (bahasa jepang, iya da = tidak suka)

 Ikuto putus asa oleh ketakutannya sendiri. Frustasi, panik, dan.... ia harus Harakiri untuk menghilangkan rasa malu.

Dengan perasaan malu dan bertekad untuk mati, Ikuto memulai aksinya. Membanting diri ke...... futon??? Terlalu empuk, mana bisa mematahkan tulang-tulangnya hingga mati?! Kemudian ia berniat mematahkan lengannya. Ikuto sudah siap, 1-2-3...." Tidak jadi, aku takut melihat tulang sikuku yang patah mencuat lalu merobek kulit." lalu Ikuto mencoba cara lain seperti mencolok mata, mengiris urat nadi, menggigit lidah, dll. Tapi semuanya tidak jadi dilakukan karena Ikuto merasa "Itu terlalu sadis".

Tapi niat Ikuto bunuh diri masih belum surut. Ia bangkit dan berjalan mencari sumur. Rencananya, Ikuto ingin bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke dalam sumur.  Lalu Ikuto melihat ada sebuah kamar mandi. "Mungkin di dalam ada sumur," pikir Ikuto sambil tangannya membuka fusuma* (bhs jepang, pintu geser). Ssraakkk... fusuma terbuka dan ternyata......

Badan Ikuto langsung lemas begitu melihat seorang  cewek cantik berdiri tanpa busana sedang mandi. Gadis itu menoleh ,"Hai! Kau sudah sadar? Mau mandi bersamaku?"

Wajah Ikuto langsung pucat pasi, nosebleed, BRRRAAGGH... ia langsung pingsan.
******* 
"Eh, siapa dia? Itu cowok ya?

"Wah, keren!"

"Wesheweshewhew abcdefgjsgaha@^$#^&((^34211......"

Dalam keadaan setengah sadar Ikuto mendengar suara-suara berisik di sekitarnya. Dari pandangannya yang masih kabur,  ia bisa melihat ada banyak orang yang mengerumuninya. Ikuto membuka mata.

"Semuanya... gadis-gadis..." pikir Ikuto sambil melihat banyak gadis  berkerumun di sekitarnya. Salah seorang di antaranya bukan gadis, tapi sudah nenek-nenek. Seorang gasdis tiba-tiba mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Ikuto.

"Sudah bangun?" sapa gadis itu.

Huuuwaaa... wajah Ikuto langsung memerah. Gadis itu adalah gadis yang tadi menawari Ikuto mandi bersama. Karena ketakutan, Ikuto langsung merangkak kabur ke salah satu  sisi ruangan. Tapi gadis-gadis itu langsung ikut merangkak ke arah Ikuto. Ikuto merangkak menjauh namun kerumunan gadis itu tetap mengikutinya. Kemudian terjadi kejar-kejaran sdalam ruangan itu. Akhirnya gadis-gadis itu berhasil memojokkan Ikuto hingga tak bisa kabur lagi.

"Waaa!! Tidak! Jangan! Hentikan! Aku masih muda, tidak sanggup melayani banyak wanita dalam satu malam," Ikuto berteriak histeris.
"Melayani gadis-gadis?? hei, kau mau jadi pelayan kami?" tanya salah seorang cewek dengan mimik wajah sangat polos.

Hening....
Krik-krik-krik-krik-krikk!! (sound effect, suara jangkrik, hehe)

Sang nenek menghampiri Ikuto ,"Anak muda..." nenek lalu membentak Ikuto dengan kasar ,"DASAR BODOH!!!"
Blethak!
Ikuto manyun sambil mengelus-elus kepalanya yang kena jitk si nwenwek.

"Perkenalkan dirimu!" perintah nenek.

Ikuto bangkit lalu memberi hormat.
"Perkenalkan namaku Ikuto. Umur 14 tahun. Kemampuan : Tidak ada. Kelebihan : pantang menyerah, baik hati, suka menolong. Sekian. Senang berkenalan dengan kalian (dalam hati sebenarnya : bingung berkenalan dengan kalian)." 

"Hei!Hei!" salah seorang cewek mengacungkan tangan. "Bagaimana kau bisa sampai di sini?"

Ikuto bengong ,"Oh itu. Itu sich gara-gara aku bertengkar dengan ayahku. Lalu aku kabur dan kapalku karam. Kalau tidak percaya, nich aku ada buktinya!"

Dengan bergaya seperti Kamen Risder, Ikuto mengeluarkan sesuatu dari dalam baju.

"Hiat! Hiat! Haaa.... Hiat! Lencana detektif, eh salah, Lencana Buronan! Karena aku kabur dari rumah pasti ayah sedang berusaha memburuku. Dan ini satu lagi, Lencana Orang Hilang! Karena sekarang aku terdampar di pulau yang sama sekali tidak kukenal. Huauahahahahahahaaa...~pahlawan bertopeng pose mode on~"

"Cukup! (Dasar anak bodoh~suara hati~) ," sela sang nenek. "Berikutnya kami yang akan memperkenalkan diri. Pulau yang kau tempati sekarang ini adalah pulau Airan. Semua lelaki di sini tewas dalam perayaan festival bertahun-tahun yang lalu. Jadi, Pulau Airan hanya dihuni oleh wanita.

Selasa, 07 September 2010

Ternyata Dunia Tak Seburam yang Kukira

Selama ini aku selalu hidup dan memandang dunia dari balik kacamata minusku.
Ga usah ditanya seperti apa rasanya, wong memang butuh kuq.
Kalau nggak pake kacamata tuh rasanya nggak nyaman.
Rasanya seperti selalu berada dalm bahaya, takut nabrak, takut kesandung dan sebagainya.

Nah, kemarin tuh aku iseng-iseng lepas kacamata.
Awalmya sih gara-gara aku lihat sesuatu berwarna putih di sekitar hidung dan dekat mataku.
So aku mikir, "Apa ini ya yang disebut komedo??"
Aduuuch, aku ini payah banget lo, usia 20 tahun baru tahu yang namanya komedo tu kea apa.
Makanya trus aku lepas aja trus bersihin komedonya.

Abis itu aku melihat bayangan wajahku di kaca tanpa kacamata.
"Cantik juga," wkwkwk, ga tahu itu cantik beneran atau cuma nggak jelas coz kacamatanya dilepas kan... :-)
Tapi pas aku perhatikan lebih lanjut emang cantik kuk.
Trus aku mikir, kenapa aku nggak lepas kacamata aja yah??

Lagian sebenernya banyak keuntungan kalau seandainya mataku sembuh n nggak pakai kacamata lagi.
Misalnya peluang kerja jadi lebih luas, coz da pekerjaan tertentu yang mensyaratkan tidak boleh berkacamata.
Trus misalnya, bercanda niiiyyy, aku kissing ma pacarku, kan nggak lucu kalau harus repot-repot lepas kacamata dulu. Wkwkwk....

Ada lagi ni contoh yang lebih parah.
Pas nikah nanti trus malam pertama ma pasangan, masak aku harus lepas kacamata n nggak bisa lihat muka suamiku??
Wah, yo jangan lo gitu.
Iya kalau melakukan ma pasangan sendiri, lha trus kalau keliru ma cowok laen gimana??
Kan nggak kelihatan wajahnya, Gyahahahayyy ^ ^

Trus lagi, kalau nggak bisa lihat wajah si dia tuh kuk jadi serem ya??
Wajahnya jadi tanpa rupa, kua lagi "begituan" ma hantu.
Hiiiiyyyy, syeeerrreemmm :'(

Tapi kemarin sih temenku ngasih solusi.
Malam pertamanya atau pas lagi begituan lampunya dimati'in jadi lebih SERUUU...
Sebelum masuk kamar dipastikan dulu itu bener pasangannya atau bukan?
Trus pastikan di dalam kamar cuma berdua aja.
Habis itu kunci pintu n matikan lampu.
hahaha...

Kembali ke masalah kacamata.
Aku bener-bener pengen sembuh.
Walau sebenernya pacarku lebih suka ma cewek berkacamata.
Tapi mungkin dia bisa ngertiin keadaanku kuk.
Masak sih dia egois cuma gara-gara hal sepele?
Pacarku bukan tipe cowok kea gitu.

Lagipula, dengan berusaha menyembuhkan mataku yang sakit merupakan salah satu cara mensyukuri nikmat Allah SWT.
Karena syukur itu nggak hanya sekadar bilang alhamdulillah atau terimakasih.
Tapi juga dengan menjaga dan memanfaatkan anugerah itu sebaik-baiknya.
Ya kalau nggak dijaga n terlanjur rusak kea aku gini, cara lainnya adalah dengan berikhtiar untuk kesembuhan.
Nah, oleh karena itulah, kemarin tanggal 12 Sepetmber 2010, aku memutuskan untuk lepas kacamata dan memulai pengobatan.

Pertama kali tentu ada kekhawatiran seperti takut tidak bisa melihat dengan jelas.
Nah awal aku lepas emang gitu.
Nggak enak deh!
Tapi pas aku coba wat jalan-jalan keliling ternyata nggak burem-burem banget kuk.
Aku juga nggak nabrak tembok, apalagi ampe nabrak kuda.
Ya nggak mungkin laaaaahhh... :-D

Satu lagi masalah datang.
Aku ini termasuk cewek rumahan, kea dipingit, n kea tikus.
Dari dulu jarang keluar rumah kalau nggak penting-penting banget.
Maka dari itulah aku nggak tahan banget ma yang namanya sinar matahari, walaupun nggak secara langsung kena mataku.
Waaaahhhh, rasanya mataku pengen ndelep n sembunyi ja deh... T.T

Kasian banget aku ni.
Tapi bukan Wiewii namanya kalau gampang nyerah.
Aku coba memandang jalan raya yang terkena sinar matahari.
Rasanya nyiksa, tapi beberapa menit kemudian aku nggak merem lagi.
"Eeeehhh si kecil udah bisa melek," hehehee... ^ ^

Dan siangnya aku solat dzuhur.
Habis sholat aku berdoa agar lekas diberi kesembuhan (secara aku lagi pilek juga).
Dan dengan wajah berseri-seri karena sisa air wudu tadi, aku keluar rumah n rasanya suegeeeeeeeeeerrrrrrr buanget.
Bener-bener nikmat Allah AWT yang tiada duanya deh!

Sambil merasakan kesegaran itu, aku memandang sekitarku.
Wah, dunia memang lebih indah tanpa kacamata.
Coz kacamata nggak lebih indah daripada ciptaan Tuhan yang berupa mata ini.
Dan aku ingat ketika aku sering mengagumi mata indahku sewaktu kecil.
Begitu bersih, sehat, dan aku mampu melihat segalanya.
Dan kini aku mampu melihat dunia walaupun lewat mata kanan minus 3 dan mata kiri minus 2,75.
Tapi aku yakin dengan kesungguhan, ikhtiar, dan doa mataku akan segera sembuh.

Jadi, tar aku bisa pake kacamatahitam atau kacamata wat gaya-gaya'an deh.
wkwkwkw, malah nglunjak.
Yah sesekali lah wat nyenengin hati pacarku.
Kan udah kubilang kalau dia suka kalau aku pake kacamata ;-)

Wat semua yang baca posting ini, aku minta doanya ya supaya aku cepet sembuh n mataku bisa sehat n normal lagi.
But jangan promosi obat penyembuh mata atau dokter alternatif, aku dah punya obat ndiri, wkwkkwkw^_^
Arigatou ya dah mau berkunjung di blogku n baca artikelku...
Sampai jumpa di tulisanku yang lainnya, Sayonara...

Jumat, 03 September 2010

Hiks, PaYyyyAAaaah (T_T)

ini cerita cuma wat lucu-lucuan aja. 'n author sama sekali nggak ada maksud bikin kesel siapapun. jangan keburu sebel dulu ma author. Ntar di ending juga tau deh, semoga FF ni bisa menghibur semuanya yang baca yach ^_^


 "Chiemi chan, mau ke mana sich??" tanyaku saat seorang cewek menyeretku dengan amat tergesa-gesa sambil membawa sebuah notebook dan pena di tangannya. Ia berdandan seperti tokoh Geum Jan Di dalam seri drama korea BBF dengan memakai seragam sekolah seperti milik sekolah Shin Hwa. Tapi rambutnya sich panjang dan dikuncir ke belakang dan tampangnya itu loh, ya ampunnn... melas banget. Koq malah lebih mirip tokoh yang tertindas gitu ea... Khikhikhikhi :-)


Aku sangat penasaran mau dibawa kemana, tapi Chiemi hanya diam dengan ekspresi yang aneh. Senang, terharu, tidak sabaran, dan kaget seolah baru mendapat hadiah super mewah.


Akhirnya kami sampai di sebuah gedung dan ia terus menyeretku melewati pintu utama. Woooowwww!!!!! OMG, ruangan ini baru sampai di lobi saja bagusnya minta ampun. Dan...OMG-OMG-OMG!!! Ini kan, TEMPAT ARTIS-ARTIS KOREA BERKUMPUL! UKYAAAAA....! Melihat artis-artis itu mondar-mandir di depanku, rasanya aku nggak percaya. Seperti mimpi deh! Aku...aku...pengen meluk mereka satu persatu. Hhe... ;-D

Tiba-tiba kami berhenti setelah melewati pintu. Aku kaget setengah mati, ngerem mendadak sich! >,< Kulihat wajah Chiemi chan di sampingku, harap-harap cemas dan seperti mau nangis. Iiich, norak banget sich cewek niy! Kea ga pernah liad artis aja! (padahal aku sendiri baru kali ini liat artis, jaim wkwkwk). Tapi kasihan juga sich lihat wajah temenku yang memelas kea gitu. Duuuch, ni anak maunya apa sich??

"Eeee...Wik!" (huh akhirnya dia ngomong juga) "Aku pengen banget deh minta tanda tangan artis favoritku. Udah lama aku pengen ketemu 'n minta tanda tangannya," ucap Chiemi, masih dengan tampang kampungan~eh,memelas.

"Trus napa nggak langsung minta ja? Mank siapa sich idola kamu?" sahutku.==suara hati,"Awas kalu bilang naksir ayank JJ, gue bunuh lu!!!"Aku udah bener-bener siap fighting memperebutkan JJ chayank. Ooosh!!==

"Hmm... Aku pengen dapet tanda tangannya Lee Min Ho. Udah lama nich pengennya tapi baru sekarang kesampaian. Tapi...tapi...aku nggak berani minta. Dia mau nggak ya ngasih atnda tangan?" ngomong sambil matanya mau bocor, siap menenggelamkan orang-orang di sekitarnya. Hweeeehhh....

"Whatz?! Lee Min Ho?? Ga banget deh, eh tapi ya udah ah kan selera orang beda-beda. Sono cari idola kamu, pasti mau deh. Masa' dimintain tanda tangan gitu ja pelit. Kalau pelit ntar biar gue yang hajar, hehehe ^_^"

Mendengar nasihatku Chiemi jadi bersemangat lalu berkeliling ruangan mencari Lee Min Ho. Tiba-tiba di dekat meja resepsionis terlintas bayangan 4 cowok. Chiemi berlari menghampiri mereka. Uuuucchhh...itu pasti mereka! Wihiiiy, semangat Chiemi chan! Ganbatte, Ganbatte Go!!

Eh, Lhoh?? Koq nangis? Gawat, jangan-jangan nggak dikasih tuh ma Lee Min ho. Kurang ajar! Aku berjalan tergesa menghampiri Chiemi chan dan 4 cowok itu. Tuh bener kan nangis?!

"Kamu kenapa?" tanyaku cemas.

Sambil terisak-isak Chiemi berkata,"Pelit! Aku nggak dikasih. Hiks...Hiiks..." T_T

Kasihan sekali. Aku lihat wajah Lee Min Ho nyantai-nyantai aja lihat cewek nangis di depannya. Malah dia nggak mau lihat ke arah aku dan Chiemi. Iich, bikin emosi >,< Tiba-tiba terbayang ucapanku beberapa menit yang lalu...

(Kea di drama korea, langsung muncul bayangan adegan yang telah lalu, hehee...)

"...Kalau pelit ntar biar gue yang hajar, hehehe ^_^"

(Aku bergaya seperti di film-film, tersadar dari lamunan ingatan masa laluku. Hyaaaahaha...)

Dengan emosi aku samperin si Min Ho. Tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah keempat cowok itu, silau banget sich cahaya dari luar. Yach bodo amat deh, kudekati mereka dan kutarik tangan salah seorang dari 4 cowok itu yang kuyakini adalalah Lee Min Ho. Hyaaaahhhhhh!!!!

Kuraih kerah kemeja cowok itu. Aku hantamkan tubuhnya ke dinding dan aku rapatkan tubuhku ke arahnya dengan ekspresi sok galak dan berang. (Kalau cewek lain atau Chiemi mungkin dengan wajah mirip berang-berang, heheee...napsu gilaaaaa, cowok secakep itu booook)

Aku sudah siap marah-marah dan hampir saja memakinya habis-habisan. Plus tanganku udah terangkat ke atas 'n siap nonjok dia. Tapi,eh...Lhoh??! Koq bisa sich?? Lhoh lhoh lhoh lhoh lhoh, kenapa cowok di depanku Uknow oppa?? Ah apa?!!!! Uknow oppa.... Ternyata tadi aku salah menarik tangan seseorang (jadi ingat episode ketika Goo Jun Pyo salah menarik tangan Han Jae Kyeong dan bukannya menarik tangan Geum Jan Di, mirip deh!!)

Jadi nggak enak, mau mundur udah kepalang tanggung. (Kondisi seperti di film-film, adegan menelan ludah, berkeringat dingin sambil etrus menguatkan tekad). Yah maju terus saja lah. Tapi nggak tega lihat wajah Uknopw oppa, kea pasrah gitu. Aduuuch, malah jadi napsu pengen nyeret dia ke kamar. Hehehee... Aduch janagan kasar-kasar ah ma Uknow oppa. Yak mulai!!

"Heh, oppa chayank gimana sich... (bisik-bisik,"marah kok pake bilang-bilang chayank sich!") Jadi artis songong banget. Nggak tau tuh temen gue nangis gara-gara nggak dapet tanda tangan?! Lo mau kasih nggak! Kalau nggak gue gibeng lu!! (Chieh, bahasa preman tuh :-D)," semprotku pada oopaku sayank. Untung air liur gue nggak nyemprot-nyemprot juga, habis sambil ngancam gitu aku mepet-mepet ke Ukonw oppa. Uwwaaahhh, nosebleeding....kekekeee ;-)

Uknow oppa tampak berkeringat, menahan takut akibat amarahku (atau mungkin juga takut kalau sampai diperkosa ma cewek mupeng di depannya, she's me.. Oppa, mmmuuuaahhh). Tapi tetep ja Oppa menyembunyikan ketakutannya dalam senyum yang super ramah, imut, sweet, dan ia tidak melawanku dngan perbuatan yang kasar. Uknow oppa berjanji akan memberikan tanda tangan Min Ho pada Chiemi. Lalu dia menghampiri Chiemi dan mengambil notebook serta penanya Chiemi. Ia membawanya pada Lee Min Ho dan membujuknya untuk memberi tanda tangan.

==Suara hati,"Ya ampun, Uknow oppa emank pahlawanku. Hebat hebat hebat!" Senyum-senyum sendiri tapi siap-asiap dijitak ma Jaejoong oppa 'n pacarku begitu sampai di rumah, hweiii?==

Akhirnya dapat tanda tangan juga dari Si Kunyuk(maaf yach wat penggemarnya Lee Min Ho, emosi sich ^_^) Tapi Uknow oppa melihat ke notebook itu serius sekali. Seperti masih ada yang kurang. Ah padahal Chiemi udah girang banget tuh, kea anak kecil dapet lollipop. Asli mupeng! :-P

Trus akhirnya aku tahu apa yang kurang. Owh ternyata itu toh. Di notebook yang udah ditandatangani itu harusnya dibubuhkan nama Chiemi juga. "Teruntuk Chiemi chan" Jialah, so sweet mbok! Karena merasa percuma ja minta si Lee Min Ho nulis lagi, makanya Uknow oppa sendiri yang nulisin di notebook Chiemi. (Wuich, makin mupeng tuh Chiemi mpe ngiler-ngiler. Cantik tapi kok cacat gitu ya, authis. Hohoho...)

Aku lihat oppa nulis pake huruf Hiragana. Uwaaaa...keren banget. Tulisannya bagus 'n cute deh. Oppa nulis huruf pertama "CHI". Hwaaaaa.... cool (ekspresi lebay, guling-guling 'n akrobat jungkir-balik)
Oppa menulis huruf kedua "E". (Ekspresi gue : sesak napas, menanti huruf terakhir. Ayo oppa berjuanglah! Tinggal satu huruf lagi. Ayo bertahan! Uuch, uuch, huft =mirip deh nyemangatin orang lagi melahirkan=)

Nah, dengan gerakan kilat (secepat Tendangan Tanpa Bayangan Wong Fei Hung 'n sedahsyat Sword Without Shadow ~judul film korea) Uknow oppa menorehkan penanya untuk mengukir huruf terakhir. "SU"?!!!

"Apaaaaa!!! Su?! Koq Su??"

Aku langsung diam dengan tampang blo'on dan mulut menganga sampai menyentuh tanah. JEDEENKK!! Sebagai mahasiswi Nihongo Gakka aku meras shock! Ini mataku yang salah lihat atau aku perlu belajar Hiragana lagi yach? Tapi, aku kan nggak bego! Ini jelas-jelas SU.

Kulihat Chiesu, eh Chiemi, di sampingku tampak shock, terpukul, lemah, letih, lesu, lemas, lunglai (mirip iklan obat tambah darah). Duch kasihan yah. Nggak tega banget liat kondisinya. Tapi mau marah ma siapa? Nggak tega juga lah aku marah ma Uknow oppa lagi. Tadi ja kan marahnya salah sasaran. Yah mau apa lagi . Lagian Chiemi kayaknya juga udah ikhlas. "Nggak papa lah ditulis Chiesu."

Cuman aku masih emosi ma Lee Min Ho. Enak ja dia ngerubah nama orang (padahal pelakunya Uknow oppa, hheee). Yah lampiasin ja ma dia, gantian kan tadi Uknow oppa udah kena marah gara-gara ulah Lee Min Ho. Tanpa basa-basi aku langsung menyeret Lee Min Ho (kali ini benar-benar Lee Min Ho, aku yakin!!). Kutarik kerah bajunya persisi sperti yang aku lakukan pada Uknow oppa (kali ini tanpa tampang napsu). Kupaksa Min Ho memperbaiki tulisan Uknow oppa yang salah.

"Heh! Salah niy nulis namanya. Chiemi, bukan Chiesu. Perbaikin dunk!!!"

Si Chiemi ni malah pakai acara belain Lee Min Ho segala,"Wik udahlah, nggak papa kok. Chiesu juga nggak papa. Itu kan bagus juga."

"Nggak bisa!!" kataku," Pokoknya harus dibenerin dulu."

Chiemi sampai berlutut megangin kakiku, sementara aku dan Lee Min Ho beradu pandang, siap bertarung!!

Haah, dibelain gitu si Lee Min Ho malah tambah besar kepala 'n nggak peduli. Mirip banget ma sifatnya waktu berperan sebagai Goo Jun Pyo. Lalu ia menyingkirkan tanganku dari bajunya dan pergi. Aku nggak bisa berbuat apa-apa, kesal!!!

Eh tapi tetep ja yah kalau udah niatan balas dendam itu pasti dapat jalan dari Tuhan (eh, dari setan maksudnya). Pas lagi keliling lobi (aneh deh, kok lobinya jadi toko buku?? Kapan mendekorasinya?), nggak sengaja aku ngotak-atik tumpukan majalah yang baru terbit. Sampul depan 'n isinya sama tapi sampul belakangnya beda-beda.Ada yang gambar Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Sang Bum, Kim Hyung Joon, dan Go Hye Sun. Tinggal pilih mana yang disuka.

Nah, terus aku ambil deh majalah yang cover belakangnya Lee Min Ho (bukan berarti aku suka). 'N aku teriak ke arah Lee Min Ho yang mau membuka pintu meninggalkan gedung.

"Iiich, apaan sich niy? Kuq jelek banget yach? Kalau disuruh milih di antara tumpukan majalah ini , gue nggak akan pilih majalah dengan cover Lee Min Ho. Juuuueeelllleeeekkk buangedh!!" ejekku pada Lee Min Ho. Tapi dia malah cuek 'n ngacir gitu ja keluar ruangan. Huh dasar bodoh!!

Kukembalikan majalah itu ke dalam box. Tapi, pengen juga sich punya satu (yang jelas nggak pake gambar Lee Min Ho). Aku mengambil satu majalah dengan cover belakang Go Hye Sun. Keren deh, yah nggak jauh beda ma aku (ngerasa mirip Go Hye Sun, narsis ^_^). Trus aku tanya ma bapak penjual majalah.

"Pak, majalah baru yah?" tanyaku.

"Iya, baru terbit kemarin."

"Waaaahhh..." mupeng,"Harganya berapa pak?"

" 50ribu Rupiah, itu masih murah dibanding harga di supermarket," jelas si bapak yang mirip orang korea.

"Mank kalau di supermarket berapa?" tanyaku lebih lanjut.

"50ribu," jawab si bapak tanpa rasa bersalah.

Sumpah, nyebelin banget! Itu mah sama aja atuh pak. Si bapak niy gimana sich.

Sambil manyun dan kesal aku meninggalkan tempat terkutuk itu. Penjaganya o'on sich. Tapi baru saja aku berbalik dan melangkah, eh aku ditabrak seseorang. Aku jatuh tersungkur. Kesal banget rasanya. Dari tadi udah marah-marah, sekarang jadi pengen nangis.

Aku masih saja ngambek, males wat berdiri. Pengennya sich meratapi nasib. Tapi tiba-tiba ada sepasang tangan yang terulur ke bahuku. "Ah, itu yang nabrak aku tadi kan?" Kulihat dua orang berdiri di depanku. Salah satu dari mereka membantuku berdiri. "Baik banget."

Masih dengan tampang mlongo aku memandangi keduanya. Bener-bener nggak percaya dengan  penglihatanku. Muanis, cuakep, kuerennn!!!

"Maaf ya tadi nggak sengaja. Kamu nggak papa?" tanya...Kim...Hyung...Joon.

UWAAAAA, muanis banget sich niy cowok ^_^! Ya ampun ni cowok beda banget ma Lee Min Ho. (Flowering, Fallin' in Love).

SRRRIIINNGGG.... Cahaya yang menyejukkan dari wajah imut 'n cute ....Max...Chang...Min...benar-benar membuatku terpesona. Senyumnya bagaikan senyum malaikat yang turun dari surga. Aaaaahhh indahnya. Membuatku melupakan pertengkaran dengan Lee Min Ho, nggak penting. Bodo amat Chiemi mau ngapain, bukan urusan gue!

Lagi asyik-asyiknya aku menikmati wajah imut mereka berdua, eh lhoh koq jadi ganti setting?? Tiba -tiba aku berada di ruang kuliah T1.03.05 menghadapi tesuto Nihongo. Dosennya kelihatan killer pula. Di sampingku ada Daniel san yang sedang mengerjakan soal. Lhoh?? Mana Hyung Joon dan Chang Min?? Koq tesuto? Kan aku belum belajar!! Tiba-tiba sekelilingku jadi gelap...

Busyet! Ternyata semua yang kualami tadi cuma ada dalam mimpi. Tesuto itupun cuma mimpi. Pantesen aja aneh. Kalau gini kan ceritanya jadi anti-klimaks. Ganti-ganti setting pula! Iya kalau ganti settingnya tiba-tiba aku ada dalam pelukan Jaejoong oppa. Eh ini malah disuruh ngerjain soal-soal nihongo yang bikin puyeng.

Hiks.... Payaaaaaahhhhh!! T_T

Minggu, 29 Agustus 2010

eien NO place

Ni cerpen sebenernya udah di-emailkan ke Anime Insider, tapi aku ga tau dimuat atau ga coz aku ga pernah langganan majalah itu sihh, hehee.. Jadi kalo da pembaca blog ni yang tau "eien NO place" pernah dimuat mohon kasi tau yaw ^^ Arigatou...

Kresakkkkk...

Untuk kesekian kalinya setiap pagi Yoruichi  meremas dan melemparkan selembar kertas dengan tampang kesal. Tiba-tiba Soifon datang dan memungut kertas itu.

"Wah sudah yang ketujuh. Dari orang yang sama pula. Pantang menyerah juga orang itu," kata Soifon  sambil mengamati kertas yang diremas itu tanpa membukanya.

Soifon memandang pada Yoruichi yang hanya diam. Lalu Yoruichi berdiri dan berlalu dari situ. Beberapa saat kemudian ia sudah tampak rapi.

"Mau keluar?"seloroh Soifon begitu melihat Yoruichi.

"Ya," jawab Yoruichi datar.

"Kencan?"

Tak ada reaksi.

"Kenapa bawa pedang?"

Masih tak ada reaksi, Soifon mulai kesal,"Hey!!"

Sriingg... Pandangan mata Yoruichi yang tajam tiba-tiba membayang.

"Ee...Ee..." kata Soifon dengan takut,"Maksudku....paling tidak kau bisa beri tahu aku kau mau pergi ke mana dan untuk apa kau sampai bawa pedang."

Yoruichi memandang Soifon, katanya,"Aku keluar sebentar, kau jaga rumah. Pedang ini...hanya untuk jaga-jaga."

Setelah mengucapkan itu Yoruichi berangkat. Jantung Soifon masih berdetak kencang. Dalam hati ia berpikir,"Kukira dia akan bilang 'Mungkin saja salah satu guna pedang ini adalah untuh membunuhmu karena kau banyak tanya.' AAaaaaaRRrrggghhh..... Aku tidak mau mati sepagi ini!!!"

Sampai di pintu, Yoruichi yang hendak keluar berbalik,"Oh ya aku ingin bilang sesuatu. Lain kali kalau kau banyak omong begitu, pedang ini akn menebasmu." Lalu Yoruichi menutup pintu geser. Sedangkan Soifon terpaku dengan wajah pucat pasi.

***

Trangg... Traaannngg...

Suara pedang yang tengah beradu terdengar di antara rimbunhutan bambu yang biasanya sunyi. Di sela kegelapan terlihat kilatan-kilatan pedang yang berbenturan.

Ssrrraaakkk... Bruuuaaaghh

Kembali beberapa pohon bambu rubuh. Di tengah pertarungan yang sengit Yoruichi berkata,"Siapa kau?? Kenapa tiba-tiba menyerangku? Aku bahkan tak mengenalmu!"

Tak ada respon, hanya seringai yang membuat kumis orang tua di depan Yoruichi terangkat. Bukan sembarang orang tua, dia sangat KUAT!

Sssrraaakkk... Keduanya terhempas. Yoruichi mengatur napas, tampak sedikit kewalahan.

"Cantik...,"tiba-tiba lelaki tua itu berbicara."Aku ingin mengabadikan kecantikanmu."

Deg... Jantung Yoruichi berdegup dan ia tertegun.

"Kau...Kaulah yang selama ini mengirim puisi-puisi itu padaku. Lalu sekarang kau ingin membunuhku?! Dasar GILA!!!" teriak Yoruichi.

Yoruichi benar-benar geram. Dikerahkannya kekuatan untuk kembali menyerang.

Drrraaagghh... Lelaki itu tak kalah siap dan sigap. Hal ini membuat Yoruichi terpelanting. Sekarang ia terdesak. Lelaki itu melangkah ke arah Yoruichi, diangkatnya pedang tinggi-tinggi. Whhuuzzz...pedang pun terayun.

Srraakk.. secepat kilat Yoruichi mundur sambil mengayunkan pedang. Ia selamat, dan... mata Yoruichi nanar melihat apa yang ada di depannya. Ternyata sambil mengayunkan pedang tadi tanpa sengaja ia menyingkap jubah yang sedari tadi menutupi tubuh Si Tua itu.

"Ka-ka-kau...Kuroi Sabato. Lelaki gila yang selalu membawa kepala wanita cantik di pundakmu!!"

Kuroi Sabato menyeringai. Yoruichi benar-benar kesal. Diam-diam dikumpulkannya segenap tenaga dan tekanan roh menjadi satu. Mengalir menjadi kekuatan besar pada pedangnya. Muncul kilatan mengerikan dalam pedang itu dan dalm satu hentakan Yoruichi maju menyerang Kuroi Sabato.

Sssrratt... Kuroi Sabato bergerak lebih cepat dan berhasil melukai bahu Yoruichi. Nyaris saja serangan itu memutus lengannya. Tapi dengan gerakan kilat Yoruichi kembali menyerang. Dia memutar pedangnya dan mengarahkan serangannya ke satu tempat. Tepat di antara bahu Kuroi.

"Kau juga menginginkan kepalaku bukan?"kata Yoruichi sambil menarik pedangnya ke belakang,"Kalau begitu kau harus memyiapkan tempat istimewa untuk mengabadikan Yang Mulya Yoruichi! Dan tempat itu... DI SINI!!!"

Craaasshh.. kepala itupun terjatuh dari badannya.

***

"Aku pulang."

"Yang Mulya, selamat datang."

"Sudah kau bakar surat itu?"

"Ya. Ternyata surat tantangan."

"Bersihkan pedangku! Bau darah..."

My Song= Tonight Tonight Tonight by Beat Crusaders=

Woke up with yawn. It's dawning, im still alive.
Turned on my radio to start up new day
As goddanmed DJ's chattered how to survive
Amazing news got over on the air wave

Tonight, Love is rationed
Tonight, Across the nation
Tonight, Love infects worldwide
Almost another day

Woke up with yawn. It's dawning, im still alive.
Turned on my radio to start up new day
As goddanmed DJ's chattered how to survive
Amazing news got over on the air wave

Tonight, Love is rationed
Tonight, Across the nation
Tonight, Love infects worldwide
Almost another day

She's a shooting star, good night, good night
She's a shooting star, good bye

Tonight, Love is rationed
Tonight, Across the nation
Tonight, Love infects worldwide
Almost another day
See you some other day