THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 25 November 2010

Nagasarete Airantou

Scream : AAAAAaaarrrRRRggHH!!!!!
part 1
Hai semuanya... ogenki?? Uuuucch lama banget ga posting di blog kesayanganku ini (secara yang bikinin pacarQ gitu lochh ^^v) Nah ni aQ kembali nulis lagi dengan membawa FanFiction sebuah anime Nagasarete Airantou. Mungkin kalu di bentuk komik, FF ini bisa disebut Doujinshi. Udah lama banget ada di bukuku siap untuk diposting tapi aQ ga ada waktu. Ni akhirnya ada waktu luang, senengnyaaa :-)) Kalu gitu met baca Nagasaree Airantou "Scream : AAAAAaaarrrRRRggHH!!!!! part 1" 'n aQ tunggu komennya... "Don't be a silent reader ^^"

"Cuit-cuit, cuit-cuit... Shaaa..."
Antara sadar dan tidak, Ikuto mendengar  suara cicitan burung terbang di langit dan desiran ombak. Kepalanya masih pening. Ia mencoba bangkit tapi tenaganya sudah habis ketika ia terombang-ambing di tengah laut. Ia berjuang sekuat tenaga agar tidak tenggelam. Namun akhirnya ia menyerah terseret ombak hingga terdampar di sebuah pulau.

"Kau masih hidup?" hanya itu kalimat yang ia dengar sebelum akhirnya ia pingsan.

Aku... masih hidup...
*******
Saat terbangun, Ikuto sudah berada di sebuah kamar yang "aahh sangat nyaman". Ia tertidur di sebuah futon* (bhsa jepang, kasur/alas tidur ala jepang) dan mengenakan baju yang hangat.

"Baju... Hangat ????...."

AAAAAaaaPppuuaAaa!!!... Ikuto berteriak di dalam hati. Untuk beberapa saat Ikuto diam merenung.

"Hmm...Hmmm... Kasus perkosaan tidak mungkin dilakukan terhadap pria. Harusnya pria yang memperkosa wanita. Apalagi tadi aku sedang pingsan. Tapi... bisa saja saat mengganti pakaianku, ia melihat badanku, meraba, menyentuh... (wajah Ikuto panik)... membuat video mesum, adegan porno, kejahatan seksual, foto-foto bugil ~(semakin panik)~ UuUUuuwwwwWWWaaawawawawa....!!! TIDAK! Aku sudah tidak perjaka!

Frustasi...

"Tapi masalahnya aku belum tahu apakah penolongku lelaki atau perempuan. Kalau perempuan, syukurlah, ia bisa jadi istriku. Kalau lelaki, berarti dugaanku tentang perkosaan itu salah," Ikuto tersenyum girang. Berharap penolongnya adalah lelaki. Jadi ia bisa memastikan kalau dirinya masih perja....ka??

"Tiiiddaaaakkk!! Ba... ba... bagaimana jika yang menolongku ternyata adalah seorang lelaki homo seksual? Aaaahhh IYA DA IYA DA IYA DA*!!" (bahasa jepang, iya da = tidak suka)

 Ikuto putus asa oleh ketakutannya sendiri. Frustasi, panik, dan.... ia harus Harakiri untuk menghilangkan rasa malu.

Dengan perasaan malu dan bertekad untuk mati, Ikuto memulai aksinya. Membanting diri ke...... futon??? Terlalu empuk, mana bisa mematahkan tulang-tulangnya hingga mati?! Kemudian ia berniat mematahkan lengannya. Ikuto sudah siap, 1-2-3...." Tidak jadi, aku takut melihat tulang sikuku yang patah mencuat lalu merobek kulit." lalu Ikuto mencoba cara lain seperti mencolok mata, mengiris urat nadi, menggigit lidah, dll. Tapi semuanya tidak jadi dilakukan karena Ikuto merasa "Itu terlalu sadis".

Tapi niat Ikuto bunuh diri masih belum surut. Ia bangkit dan berjalan mencari sumur. Rencananya, Ikuto ingin bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke dalam sumur.  Lalu Ikuto melihat ada sebuah kamar mandi. "Mungkin di dalam ada sumur," pikir Ikuto sambil tangannya membuka fusuma* (bhs jepang, pintu geser). Ssraakkk... fusuma terbuka dan ternyata......

Badan Ikuto langsung lemas begitu melihat seorang  cewek cantik berdiri tanpa busana sedang mandi. Gadis itu menoleh ,"Hai! Kau sudah sadar? Mau mandi bersamaku?"

Wajah Ikuto langsung pucat pasi, nosebleed, BRRRAAGGH... ia langsung pingsan.
******* 
"Eh, siapa dia? Itu cowok ya?

"Wah, keren!"

"Wesheweshewhew abcdefgjsgaha@^$#^&((^34211......"

Dalam keadaan setengah sadar Ikuto mendengar suara-suara berisik di sekitarnya. Dari pandangannya yang masih kabur,  ia bisa melihat ada banyak orang yang mengerumuninya. Ikuto membuka mata.

"Semuanya... gadis-gadis..." pikir Ikuto sambil melihat banyak gadis  berkerumun di sekitarnya. Salah seorang di antaranya bukan gadis, tapi sudah nenek-nenek. Seorang gasdis tiba-tiba mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Ikuto.

"Sudah bangun?" sapa gadis itu.

Huuuwaaa... wajah Ikuto langsung memerah. Gadis itu adalah gadis yang tadi menawari Ikuto mandi bersama. Karena ketakutan, Ikuto langsung merangkak kabur ke salah satu  sisi ruangan. Tapi gadis-gadis itu langsung ikut merangkak ke arah Ikuto. Ikuto merangkak menjauh namun kerumunan gadis itu tetap mengikutinya. Kemudian terjadi kejar-kejaran sdalam ruangan itu. Akhirnya gadis-gadis itu berhasil memojokkan Ikuto hingga tak bisa kabur lagi.

"Waaa!! Tidak! Jangan! Hentikan! Aku masih muda, tidak sanggup melayani banyak wanita dalam satu malam," Ikuto berteriak histeris.
"Melayani gadis-gadis?? hei, kau mau jadi pelayan kami?" tanya salah seorang cewek dengan mimik wajah sangat polos.

Hening....
Krik-krik-krik-krik-krikk!! (sound effect, suara jangkrik, hehe)

Sang nenek menghampiri Ikuto ,"Anak muda..." nenek lalu membentak Ikuto dengan kasar ,"DASAR BODOH!!!"
Blethak!
Ikuto manyun sambil mengelus-elus kepalanya yang kena jitk si nwenwek.

"Perkenalkan dirimu!" perintah nenek.

Ikuto bangkit lalu memberi hormat.
"Perkenalkan namaku Ikuto. Umur 14 tahun. Kemampuan : Tidak ada. Kelebihan : pantang menyerah, baik hati, suka menolong. Sekian. Senang berkenalan dengan kalian (dalam hati sebenarnya : bingung berkenalan dengan kalian)." 

"Hei!Hei!" salah seorang cewek mengacungkan tangan. "Bagaimana kau bisa sampai di sini?"

Ikuto bengong ,"Oh itu. Itu sich gara-gara aku bertengkar dengan ayahku. Lalu aku kabur dan kapalku karam. Kalau tidak percaya, nich aku ada buktinya!"

Dengan bergaya seperti Kamen Risder, Ikuto mengeluarkan sesuatu dari dalam baju.

"Hiat! Hiat! Haaa.... Hiat! Lencana detektif, eh salah, Lencana Buronan! Karena aku kabur dari rumah pasti ayah sedang berusaha memburuku. Dan ini satu lagi, Lencana Orang Hilang! Karena sekarang aku terdampar di pulau yang sama sekali tidak kukenal. Huauahahahahahahaaa...~pahlawan bertopeng pose mode on~"

"Cukup! (Dasar anak bodoh~suara hati~) ," sela sang nenek. "Berikutnya kami yang akan memperkenalkan diri. Pulau yang kau tempati sekarang ini adalah pulau Airan. Semua lelaki di sini tewas dalam perayaan festival bertahun-tahun yang lalu. Jadi, Pulau Airan hanya dihuni oleh wanita.

0 komentar: