Selama ini aku selalu hidup dan memandang dunia dari balik kacamata minusku.
Ga usah ditanya seperti apa rasanya, wong memang butuh kuq.
Kalau nggak pake kacamata tuh rasanya nggak nyaman.
Rasanya seperti selalu berada dalm bahaya, takut nabrak, takut kesandung dan sebagainya.
Nah, kemarin tuh aku iseng-iseng lepas kacamata.
Awalmya sih gara-gara aku lihat sesuatu berwarna putih di sekitar hidung dan dekat mataku.
So aku mikir, "Apa ini ya yang disebut komedo??"
Aduuuch, aku ini payah banget lo, usia 20 tahun baru tahu yang namanya komedo tu kea apa.
Makanya trus aku lepas aja trus bersihin komedonya.
Abis itu aku melihat bayangan wajahku di kaca tanpa kacamata.
"Cantik juga," wkwkwk, ga tahu itu cantik beneran atau cuma nggak jelas coz kacamatanya dilepas kan... :-)
Tapi pas aku perhatikan lebih lanjut emang cantik kuk.
Trus aku mikir, kenapa aku nggak lepas kacamata aja yah??
Lagian sebenernya banyak keuntungan kalau seandainya mataku sembuh n nggak pakai kacamata lagi.
Misalnya peluang kerja jadi lebih luas, coz da pekerjaan tertentu yang mensyaratkan tidak boleh berkacamata.
Trus misalnya, bercanda niiiyyy, aku kissing ma pacarku, kan nggak lucu kalau harus repot-repot lepas kacamata dulu. Wkwkwk....
Ada lagi ni contoh yang lebih parah.
Pas nikah nanti trus malam pertama ma pasangan, masak aku harus lepas kacamata n nggak bisa lihat muka suamiku??
Wah, yo jangan lo gitu.
Iya kalau melakukan ma pasangan sendiri, lha trus kalau keliru ma cowok laen gimana??
Kan nggak kelihatan wajahnya, Gyahahahayyy ^ ^
Trus lagi, kalau nggak bisa lihat wajah si dia tuh kuk jadi serem ya??
Wajahnya jadi tanpa rupa, kua lagi "begituan" ma hantu.
Hiiiiyyyy, syeeerrreemmm :'(
Tapi kemarin sih temenku ngasih solusi.
Malam pertamanya atau pas lagi begituan lampunya dimati'in jadi lebih SERUUU...
Sebelum masuk kamar dipastikan dulu itu bener pasangannya atau bukan?
Trus pastikan di dalam kamar cuma berdua aja.
Habis itu kunci pintu n matikan lampu.
hahaha...
Kembali ke masalah kacamata.
Aku bener-bener pengen sembuh.
Walau sebenernya pacarku lebih suka ma cewek berkacamata.
Tapi mungkin dia bisa ngertiin keadaanku kuk.
Masak sih dia egois cuma gara-gara hal sepele?
Pacarku bukan tipe cowok kea gitu.
Lagipula, dengan berusaha menyembuhkan mataku yang sakit merupakan salah satu cara mensyukuri nikmat Allah SWT.
Karena syukur itu nggak hanya sekadar bilang alhamdulillah atau terimakasih.
Tapi juga dengan menjaga dan memanfaatkan anugerah itu sebaik-baiknya.
Ya kalau nggak dijaga n terlanjur rusak kea aku gini, cara lainnya adalah dengan berikhtiar untuk kesembuhan.
Nah, oleh karena itulah, kemarin tanggal 12 Sepetmber 2010, aku memutuskan untuk lepas kacamata dan memulai pengobatan.
Pertama kali tentu ada kekhawatiran seperti takut tidak bisa melihat dengan jelas.
Nah awal aku lepas emang gitu.
Nggak enak deh!
Tapi pas aku coba wat jalan-jalan keliling ternyata nggak burem-burem banget kuk.
Aku juga nggak nabrak tembok, apalagi ampe nabrak kuda.
Ya nggak mungkin laaaaahhh... :-D
Satu lagi masalah datang.
Aku ini termasuk cewek rumahan, kea dipingit, n kea tikus.
Dari dulu jarang keluar rumah kalau nggak penting-penting banget.
Maka dari itulah aku nggak tahan banget ma yang namanya sinar matahari, walaupun nggak secara langsung kena mataku.
Waaaahhhh, rasanya mataku pengen ndelep n sembunyi ja deh... T.T
Kasian banget aku ni.
Tapi bukan Wiewii namanya kalau gampang nyerah.
Aku coba memandang jalan raya yang terkena sinar matahari.
Rasanya nyiksa, tapi beberapa menit kemudian aku nggak merem lagi.
"Eeeehhh si kecil udah bisa melek," hehehee... ^ ^
Dan siangnya aku solat dzuhur.
Habis sholat aku berdoa agar lekas diberi kesembuhan (secara aku lagi pilek juga).
Dan dengan wajah berseri-seri karena sisa air wudu tadi, aku keluar rumah n rasanya suegeeeeeeeeeerrrrrrr buanget.
Bener-bener nikmat Allah AWT yang tiada duanya deh!
Sambil merasakan kesegaran itu, aku memandang sekitarku.
Wah, dunia memang lebih indah tanpa kacamata.
Coz kacamata nggak lebih indah daripada ciptaan Tuhan yang berupa mata ini.
Dan aku ingat ketika aku sering mengagumi mata indahku sewaktu kecil.
Begitu bersih, sehat, dan aku mampu melihat segalanya.
Dan kini aku mampu melihat dunia walaupun lewat mata kanan minus 3 dan mata kiri minus 2,75.
Tapi aku yakin dengan kesungguhan, ikhtiar, dan doa mataku akan segera sembuh.
Jadi, tar aku bisa pake kacamatahitam atau kacamata wat gaya-gaya'an deh.
wkwkwkw, malah nglunjak.
Yah sesekali lah wat nyenengin hati pacarku.
Kan udah kubilang kalau dia suka kalau aku pake kacamata ;-)
Wat semua yang baca posting ini, aku minta doanya ya supaya aku cepet sembuh n mataku bisa sehat n normal lagi.
But jangan promosi obat penyembuh mata atau dokter alternatif, aku dah punya obat ndiri, wkwkkwkw^_^
Arigatou ya dah mau berkunjung di blogku n baca artikelku...
Sampai jumpa di tulisanku yang lainnya, Sayonara...
Selasa, 07 September 2010
Ternyata Dunia Tak Seburam yang Kukira
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar